Selasa, Juli 01, 2008

HABIS KATA DAN RASA

Lama juga ngak posting di blog ini ...
Bukan kekurangan ide ya , justru banyak yang ingin ku sampaikan.
Apalagi mencermati perkembangan situasi suap menyuap di kalangan petinggi negara belakangan ini.
Aku merasa tertegun dan termenung melihat arah perkembangan kasus yang terjadi dan bagai mana publik kita menanggapinya. Walaupun indikasi hal ini sudah menjadi rahasia umum , tapi belakangan ini benar benar terlihat terang benderang apa yang terjadi dan bagaimana perilaku dan indikasinya . Melilit lilit kayak BENANG KUSUT !!
Mungkin aku rasa kalian lebih mengetahui dan mengikuti semua kasus ini satu persatu , baik di koran atau di TV, aku tuh kalo liat berita di TV rasanya miris banget !
Ampe kehabisan kata - kata musti komentar apa kalo memang yang terjadi udah kayak gitu !
Kita sebagai rakyat yang memiliki republik ini mau bilang apa lagi dan mau mengadu kemana lagi coba ??
Kayaknya ngak ada yang memihak rakyat lagi di jaman sekarang ini , so aku jadi males mau komentar apa - apa , aku lagi mengalihkan perhatianku pada hal lain.
Ya lebih baik nonton DVD di TV ketimbang liat berita yang menyakiti hati, karena sekiranya mereka pikir rakyat Indonesia semua GOBLOK !
Terus yang pinter dan berhak adalah mereka SEMUA !
Dengan segala dalih dan alasan , selalu membenarkan diri sendiri atas segala kepentingan dan perbuatan.
Wuih enaknya hidup di Indonesia buat "MEREKA".....

Selasa, Mei 20, 2008

100 TAHUN KEBANGKITAN BANGSA

Mengacu dari apa yang dikatakan bung Dedy Mizwar memaknai arti kata bangkit ( iklan layanan masyarakat di TV One dan TV lainnya ) , aku merasa bahwa bangsa kita belumlah “bangkit” dalam arti yang sebenarnya , di sana sini masih terlihat berbagai kekurangan atau kesenjangan yang sangat jauh antara satu golongan dan golongan lainnya .

Memang secara fisik di sebagian besar wilayah Indonesia telah terlihat begitu banyak kemajuan , banyak jalan dibangun , gedung – gedung megah berdiri , mobil dan alat transport lainnya banyak bersliweran .
Tapi itu adalah tolok ukur kebangkitan yang sangat semu dan rapuh sekali.

Aku sebagai generasi muda merasa negeri ini semakin lama kok semakin tersesat aja ya ?
Banyak tokoh – tokoh intelektual mengajukan teori yang katanya merupakan teori terbaik yang harus dipakai oleh pemerintah yang sifatnya mengkoreksi apa yang telah pemerintah lakukan saat ini . Apalagi jika tokoh yang berbicara itu merupakan kalangan yang berseberangan , wah udah deh jadi seru . Semua mengaku paling pintar, padahal jika mereka ada diposisi pemerintah sekarang , belum tentu bisa berbuat lebih baik ?? atau bahkan akan melakukan tindakan yang berakibat lebih buruk ? siapa tahu .

Aku bukan orang yang ahli di bidang politik ataupun ilmu pemerintahan , tapi terkadang masalah yang dihadapi oleh rakyat saat ini di mataku sebagai orang yang awam , sangat jauh dari permasalahan politik ataupun ilmu – ilmu pemerintahan yang rumit.

Aku berangan – angan , seandainya kita semua bisa mengesampingkan rasa egoisme dan kepentingan kelompok , kemudian semua orang yang merasa pakar dan ahli bisa berkumpul dan duduk bersama , kemudian menghasilkan suatu rumusan atau “ blueprint “ atau “master plant” atau apa saja namanya.
Dimana rumusan yang dihasilkan ini merupakan panduan yang harus dijalankan oleh siapapun yang saat itu berada di posisi pemerintah , untuk bisa melaksanakannya sebagai pedoman.

Umpamakan saja negara ini sebagai suatu rangkaian kereta api , rumusan yang dihasilkan itu ibarat relnya , maka siapapun masinisnya ( presiden dan semua unsur pemegang kebijakan negara ) ia memiliki kewajiban untuk menjalankan keseluruhan rangkaian kereta api ( negara ini ) itu pada rel yang telah ditentukan.

Jadi yang saya tekankan disini , kita ( bangsa ini ) memiliki standar , rakyat akan memiliki standar yang sama untuk menilai keberhasilan kinerja pemerintahan saat itu !
Misalnya pemerintah A ( masinis ) dalam waktu lima tahun mampu menjalankan kereta api tersebut sejauh 10 km , kemudian maju pemerintah B yang dalam waktu lima tahun hanya mampu menjalankan keretanya sejauh 7 km , secara sederhana rakyat bisa menilai bahwa pemerintah A akan lebih baik.
Tidak seperti sekarang , berhasil atau tidak jalannya suatu periode pemerintahan tidak ada standar untuk menilai , hanya berdasarkan rasa suka atau tidak , dan pihak – pihak yang berseberangan akan dengan mudah menghasut opini publik dengan dalih “jika mereka , pasti tidak akan seperti itu”

Harapan saya , jika negara ini ada “Relnya” maka secara optimis kita akan bisa yakin sampai di tujuan secara bersama – sama dan jika ada hal lain yang menghambat ( asal tidak dari dalam negeri ) ya hanya Tuhan yang Maha Tahu.
Lagian kalo udah ada relnya , ngak akan tiap ganti presiden akan ganti kebijakan , udah maju 5 langkah , mundur 3 langkah , trus maju lagi 2 langkah , jadi totalnya ngtak ada kemajuan yang berarti, memang dinamisme kemajuan jaman harus juga kita ikuti , tapi saya yakin tidak semua itu baik dan cocok ama kita , lihat aja trend anak muda sekarang berbusana , kok kembali lagi ke jaman dimana ibu atau bahkan nenek kita ??

Jadilah bangsa yang berkarakter dan berpendirian , ngak ngikut siapa yang bayar .
Semoga di 100 tahun hari kebangkitan nasional ini ( 20 mei 1908 – 20 mei 2008 ) kita sebagai bangsa bisa BANGKIT dalam arti yang sebenarnya !

MERDEKA ….!
Negeri kita kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya .

Telah kembali ke hadapan yang maha kuasa , bapak Ali Sadikin ( 20 mei 2008 )
Semoga para keluarga dan kerabat semua bisa ikhlas dan tabah menghadapinya.

Terima kasih atas apa yang telah engkau perbuat demi bangsa dan negara ini di waktu yang lalu , semoga kami para penerus bangsa ini mampu memenuhi semua harapan dan keinginan bagi kemajuan negri tercinta Indonesia .

Yang Anda Cari ADA DI SINI ?

TAHUKAH ANDA ?!

This Day in History

Quote of the Day