Minggu, Mei 31, 2009

Manohara dan Ambalat

Selamat atas berkumpulnya kembali Ibu dan anak alias bertemu dan kembalinya Manohara Odelia Pinot dengan Ibunda tercinta. Setelah sekian lama ( 1 bulanan ) sang Ibu berjuang membebaskan Manohara dari cengkraman si anak raja Malaysia yang kini semua telah berhasil dengan baik.

Manohara_1

Sebenarnya saya tidak mengikuti secara rinci kasus Manohara ini karena tidak sempat aja, lagian beritanya lebih sering muncul di Infotainment para artis. Aku agak alergi ngikutin berita artis karena hampir semuanya palsu ! Buat apa ngak ada manfaatnya banget.

Tapi jika kembali ke kasus Manohara, satu hal menarik yang aku lihat adalah pengakuan Manohara bahwa ia tidak mendapat respon yang sepantasnya dari Kedubes Indonesia di Malaysia, kemudian pada saat ia berusaha membebaskan diri di Singapore, ia juga katanya sempat meminta pertolongan ke Kedubes disana, tapi permohonan emergency nya tidak ditanggapi karena hari itu adalah hari minggu ( mereka pada libur ) @!#%%#&T%**^%???

APAKAH KINI BANGSA KITA ADALAH BANGSA PENGECUT ??

Malah yang pada akhirnya merespon permintaan tolong Manohara adalah Kedubes Amerika di Singapore ? ( Thanks Guys ! )

Benar-benar menyakitkan , kita sebagai warga negara Indonesia tidak mendapat pertolongan dari negara kita sendiri. Jangan salahkan jika para penduduk di perbatasan Malaysia mau menjadi laskar cadangan di Kalimantan. Karena negara ini tidak perduli dengan nasib bangsanya sendiri, terlalu mabuk kekuasaan dan jabatan.

Saya yakin Malaysia tahu betul kondisi kita, mereka mencoba-coba ( untung untungan ) mengusik ketahanan kita saat ini. Entah kebetulan atau tidak, keberanian Malaysia menginjak – injak harga diri bangsa ini semakin menjadi jadi. Pas saat ini kasus Ambalat mencuat lagi, jika dikaitkan dengan isu pemotongan anggaran pertahanan Indonesia sehingga menjadi penyebab jatuhnya beberapa pesawat tua TNI baru baru ini saya rasa kita semua ( Para Pemimpin Bangsa Ini ) harus memikirkan kembali apa yang musti kita persiapkan kedepannya.

Ada cerita dari sahabat keluarga saya, kebetulan beliau adalah seorang dokter ( Dr. Inne Susanti ). Pernah suatu masa beliau ke Malaysia mengantar pasiennya berobat, di sana belau sempat berbincang bincang dengan penduduk lokal yang kebetulan orang keturunan India ( sopir taxinya ), beliau terkejut karena orang Malaysia itu telah tertanam dalam benaknya untuk memandang rendah orang Indonesia ( kalau tidak mau dikatakan dendam/benci ). Entah apa sebabnya, saya dan beliau tidak habis pikir ?

Jadi pantas saja seringkali para TKI Indonesia menuai cerita sedih di masa perantauannya bekerja di Malaysia. Tapi karena urusan perut mereka memberanikan diri tetap pergi ke Malaysia dan kita ( Pemerintah ) tidak pernah mencegah hal itu dengan cara membuka kesempatan kerja bagi orang Indonesia di negeri sendiri. Padahal mereka pergi ke Malaysia juga “cuma” jadi pembantu, buruh tani, buruh proyek dll. Dimana profesi itu juga bisa mereka lakukan di Indonesia.

Dan jika kembali ke Manohara, ia menyebutkan akan mendedikasikan dirinya memperjuangkan “Manohara-Manohara” lain yang konon banyak ada di Malaysia. Dan ia juga ingin memastikan Kedubes Indonesia di Malaysia untuk segera diganti. ( saya setuju dengan kamu Mano, maju terus ! Memang Indonesia perlu reformasi sekali lagi )

Manohara Pinot

Dan buat petinggi kita di pemerintahan, ayo lebih berani dalam menentukan sikap jangan jual harga diri kita ke negara lain. Ibarat pepatah : Biar Hujan Emas di negeri orang tapi lebih baik hujan batu di Negeri Sendiri… ( inget ngumpet biar ngak benjol ! )

Posted by AMK using Window Live Writer

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda, mungkin bisa menjadi bahan diskusi yang bermanfaat. Terima Kasih :-)

Yang Anda Cari ADA DI SINI ?

TAHUKAH ANDA ?!

This Day in History

Quote of the Day