Minggu, April 05, 2009

PDI - P v:s DEMOKRAT

BLUNDERNYA PDI-P

Belakangngan ini aku merasakan bahwa partai PDI-P dalam mengelola kampanyenya seperti orang kebakaran jenggot.
Kalo orang Bali biasa menyebut hal yang seperti ini seperti " Toke Anyut " atau seperti Tokek yang hanyut.


Coba bayangin , gimana kalau tokek lagi hanyut?
Pasti ia akan mencoba sebisanya meraih apa aja yang terjangkau untuk menyelamatkan diri dari derasnya arus air.

Begitulah aku melihat sepak terjang partai PDI -P ini.
Belakangan hari Ibu Mega melakukan orasi saat kampanye terbuka dengan emosi sedikit menghujat dan memojokkan program BLT Bapak SBY . Bu Mega ngak setuju karena seolah - olah ini merupakan penghinaan terhadap harga diri bangsa.

Tapi sejurus kemudian muncul iklan kampanye PDI - P yang jika dilihat sepertinya memutar balikkan fakta , memberi kesan bahwa rakyat menerima program BLT ini dari hasil perjuangan PDI - P ??

Jika rakyat kita bodoh dan awam pasti akan sangat bingung , atau bahkan akan bisa ditipu dengan materi iklan seperti itu .
Saya rasa PDI kurang kreatif dan kalah langkah terhadap Partai Demokrat yang saya rasa sangat " cerdik " mengemas kebijakan politik partai menjadi program pemerintah.


Apapun itu namanya , mau menyebut sebagai Money Politic terselubung atau terserah istilahnya, yang pasti rakyat menerima BLT dengan suka - cita dan bisa digunakan oleh mereka yang memerlukan .

Saya rasa PDI - P ngak menyangka ada langkah secerdik ini untuk mengambil hati rakyat. PDI - P selama ini selalu menggembar - gemborkan program - program "usang" yang sudah terlampau sering didengar rakyat. Paling tidak saya BOSAN dengan performa PDI - P ini.

Dahulu ketika PDI - P dengan Ibu Mega pernah diberikan kesempatan oleh yang Maha Kuasa untuk memimpin Negeri ini , toh ngak bisa . Putus di tengah jalan...

Saya rasa PDI - P terlalu menaruh harapan pada figur Ibu Mega yang notabene hanya anak dari Soekarno. Ibu Mega bukan Soekarno, tidak akan ada yang bisa seperti Soekarno dan akan hanya ada satu Soekarno.
Jika menyangkut nama besar Soekarno , partai manapun saya rasa berhak menggunakan figur Soekarno. Tidak dimonopoli oleh PDI dan partai anak-anak Soekarno. Karena Soekarno adalah milik semua bangsa Indonesia dan bahkan milik dunia.

Yang mau saya katakan marilah kita tunjukkan karya nyata kita kepada rakyat, jangan tiba - tiba menjadi Santa di saat akan menjelang Pemilu. Rintis karier politik dari Nol besar , selalu tulus bekerja , jujur dan iklas. Saya rasa rakyat sekarang ngak BODO BODO AMAT lagi !
Mereka tahu mana yang benar dan mana yang jual mulut saja !

Udah ngak jaman lagi...
Kita dah bosen, kalau mau menjual program kampanye sekalian juga dengan cara dan rincian bagaimana Program itu bisa dilaksanakan jadi kita tahu bahwa apa yang keluar dari mulutnya itu benar real bisa terjadi. Alias tidak hanya jual MIMPI !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda, mungkin bisa menjadi bahan diskusi yang bermanfaat. Terima Kasih :-)

Yang Anda Cari ADA DI SINI ?

TAHUKAH ANDA ?!

This Day in History

Quote of the Day