Sabtu, November 08, 2008

NEGARA TERORISKAH KITA INI ?

Aku ngak mengerti , di balik berita eksekusi mati 3 terpidana Bom Bali beberapa hari ini muncul suatu kenyataan yang mengherankan .
Ternyata pendukung 3 orang yang katanya teroris ini banyak sekali , terutama di daerah asal mereka masing masing , ke tiga jenasah orang ini malah disambut bak pahlawan yang datang dari medan perang !

Kebetulan sebagai orang yang bukan muslim , sedikitpun aku tidak punya perasaan yang berseberangan dengan agama Islam , kenapa ?
Karena aku berkeyakinan bahwa semua sumber dari agama yang sekarang kita yakini dan anggap benar adalah sebenarnya SATU.

Jika melihat banyaknya para pendukung 3 terpidana pelaku tindakan teroris ini begitu banyaknya dan sambutan yang mereka dapat bak seorang pahlawan , aku jadi bertanya – tanya apa yang salah dan atau apa yang aku telah lewatkan di sini ?

Di beberapa acara debat yang sempat aku tonton di TV One , aku berpendapat di intern agama Islam sendiri terpecah menjadi 2 kubu antara yang setuju tindakan radikal beralasan Agama dan yang tidak setuju bertindak radikal ( terorisme ) dan karena negara kita adalah Negara hukum maka mereka lebih menekankan prisip pelaksanaan jalur damai / menggunakan jalur hukum yang berlaku.

Pada hari ini pada saat berita tentang telah di tembak mati 3 orang terpidana Bom Bali tersebut , menurut laporan Metro TV dari Australia , di sana para warga dan media tidak begitu antusias menanggapinya , karena menurut mereka 3 orang ini belum berarti apa – apa karena potensi Terorisme di Indonesia masih sangat tinggi dan itu terlihat jelas .
Lihat aja pendukung 3 terpidana ini di setiap stasiun TV swasta nasional pasti terlihat sangat mencolok dan bahkan mereka berani memajang poster bertuliskan “ Mati 3 orang , tumbuh 3000 mujahid “ Gila !

Ini jelas sekali merupakan suatu ancaman , bagai mana pemerintah menanggapi hal yang kayak gini ?
Aku tidak bidang dalam hukum - hukum terorisme , tapi tidakkah orang yang kayak gini sudah boleh ditangkap ?
Atau paling tidak para pendukung itu semua , anak – anak maupun orang dewasa harus di data oleh pemerintah untuk di awasi tindak tanduknya di masyarakat ?

Pantas saja Negara luar menganggap kita Negara gudangnya teroris , bahkan sampai hari ini Australia melarang warganya bepergian ke Indonesia ( Bali ) karena potensi terjadinya tindakan terorisme masih tinggi. Dan pemerintah belum memberikan tindakan nyata yang memberikan rasa aman pada warga negaranya sendiri.

Aku rasa pemerintah dan juga keluarga besar umat Islam di Indonesia harus segera meluruskan hal ini , agar tidak terjadi kesalah pahaman terutama pemeluk agama lain di Indonesia dan kesalah pahaman Negara lain di dunia. Terus terang jika kita di dalam negeri timbul perpecahan antar agama kita akan kembali mundur jauh kebelakang menyikapi kemerdekaan kita dan cita – cita para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Aku berpendapat yang namanya tindakan terorisme dan atau yang berbentuk seperti terorisme atau meniru cara – cara terorisme adalah PASTI TIDAK BENAR.
Jadi kalau udah secara nyata melawan hukum , jangan ada alasan ini itu sebagai pembenaran tindakannya.
Sekali lagi aku katakan, kok nilai – nilai Tuhan kita sebagai manusia yang menentukan , apa yang menutut kita tidak baik pasti tidak baik menutut Tuhan dan kita di sah kan berbuat apa aja untuk melibas semua itu bahkan membunuh sekalipun !
Dan kita konon telah melakukan tindakan suci dan pasti masuk surga !

Memang menurut satu acara documenter di TV One yang mengangkat masalah terorisme di Dunia , propaganda melakukan tindakan suci dan dijanjikan masuk surga ini merupakan propaganda yang sangat ampuh untuk mencuci otak orang – orang yang mereka rekrut menjadi anggota baru. Tidak saja secara offline, para teroris ini juga telah menggunakan media internet untuk menyebarluaskan propaganda nya.
Masih menurut acara di TV One itu , pernah dalam satu hari suatu situs terorisme yang menyediakan video propaganda di lihat dan di download oleh kurang lebih 56 ribu orang di seluruh dunia .
Wow … luar biasa , bisa anda bayangkan potensi ancaman terorisme ke depan jika seluruh Negara di dunia tidak mulai dari sekarang bersatu memeranginya ?
Banyak sekali pelaku – pelaku bom bunuh diri adalah anak – anak muda yang sebelumya berlatar belakang normal – normal saja namun kemudian bisa berbuat terror tanpa rasa takut menghadapi kematian, akibat termakan oleh propaganda di Internet tersebut .

Kembali ke Indonesia , ke 3 terpidana mati bom Bali tersebut konon memiliki Pondok Pesantren di daerah asalnya .
Tidak kah ini akan menjadi tempat cuci otak dan melahirkan teroris teroris muda lainnya yang tak kalah hebatnya dengan 3 orang yang udah mati ini ?
Sebagai orang non muslim aku rasa ketakutan dan kekhawatiran ini wajar muncul melihat ternyata 3 orang terpidana ini di daerah asalnya bukan di hujat tapi malah di dewakan .
Pemerintah kok terasa bingung dalam bertindak , karena terorisme ini kebetulan beragama Islam yang nota bene merupakan mayoritas di Indonesia .

Aku rasa jangan Islamnya dilihat , tapi tindakan terorisme dan kencenderungan terorisme yang mungkin akan terjadi yang dipakai dasar mengambil tindakan, aku rasa semua orang pasti tidak setuju cara – cara terorisme dalam menyelesaikan masalah.

Bagaimana Indonesia , apakah kita akan menjadi Negara tempat terorisme menggalang kekuatanya dengan alasan Agama sebagai tamengnya ?
Jika ya , 1 – 0 buat TERORISME .
Selamat datang KEKERASAN.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda, mungkin bisa menjadi bahan diskusi yang bermanfaat. Terima Kasih :-)

Yang Anda Cari ADA DI SINI ?

TAHUKAH ANDA ?!

This Day in History

Quote of the Day