Selasa, September 30, 2008

1 Nyawa = Rp 30.000,- Mau ?

Wah lama juga ngak posting ya…

Ehmm , walaupun lama ngak posting tapi sebenarnya aku menyimpan uneg – uneg yang ingin sekali aku bagi di blog ku ini.

Kejadiannya memang sudah lama , tapi karena terasa luar biasa jadi terus terbayang .
Rekan sekalian pasti masih ingat tentang berita korban yang berjatuhan tatkala ada acara pembagian zakat oleh seorang oknum haji yang juga katanya pengusaha sarang burung walet.
Pada saat itu korban yang meninggal sampai 21 orang !

Mereka meninggal di saat berdesakan sesama pengantri untuk mendapatkan sedekah yang “hanya” tiga puluh ribu rupiah.

Jika kembali ingatanku pada waktu itu , melihat tayangan beritanya di televisi ada sesuatu yang menusuk di dalam dada ini , melihat para ibu – ibu dan anak – anak yang berdesakan berebut dan akhirnya tidak perduli sekitar untuk bisa mendapat sedekah yang mungkin bagi sebagian orang tidak ada artinya uang tiga puluh ribu .

Tanpa bermaksud mengecilkan nilai uang dan rejeki , kalau di Denpasar aku dan istri jika lagi iseng jajan berdua masuk ke KFC, sekali makan bisa menghabiskan lebih dari lima puluh ribu berdua.

Sedemikian miskinkah masyarakat kita saat ini ?
Sehingga demi uang sedekah tiga puluh ribu , mereka sampai meregang kehilangan nyawanya ?
Bagaimana perasaan anak – anak yang ditinggal ibunya secara tiba – tiba ?
Para suami yang kehilangan istrinya dan atau para ayah yang kehilangan anak perempuannya ?

Atau memang mental kita adalah mental pengemis ? Yang ingin menikmati sesuatu tanpa bekerja keras ?
Tanpa mau menghakimi masyarakat kita yang sudah susah dan miskin , aku lebih melihat dari sisi si pemberi sedekah.

Menurutku jika memang kita ikhlas , dan memang seharusnya jika mau bersedekah kita memang HARUS IKHLAS , maka oknum pemberi sedekah seharusnya lebih bijaksana di dalam menjalankan niatnya yang “luhur” tersebut .
Tanpa musti dan harus memberi tapi kemudian menepuk dada merasa menjadi orang yang paling berjasa .

Secara bijaksana kita mungkin bisa bersedekah melalu lembaga – lembaga yang memang bertugas dan berwenang untuk itu , seperti misalnya lembaga zakat milik pemerintah.
Jika ada rasa tidak percaya , kembali saya tekankan bahwa keikhlasan memegang peranan penting supaya segala niat baik kita memiliki nilai di mata Tuhan.
Mau uang itu nyampe kepada yang berhak , mau dikorupsi terserah !
Karena mereka berani meyelewengkan amanat orang yang ingin berbuat baik maka biar Tuhan yang memberikan balasan kepada mereka.

Jadi point saya , saya sebenarnya protes kepada oknum haji yang bersedekah itu , jangan seperti itu caranya , sehingga menimbulkan korban nyawa manusia , seberapapun besarnya niat baik anda dan atas dasar apapun anda berdalih saya tetap menilai apa yang anda lakukan itu tidak “ IKHLAS “

Marilah kita belajar untuk selalu ikhlas atas apapun , jika ingin memberi dengan tangan kanan , usahakan tangan kiri anda tidak mengetahuinya !
Karena tidak seorangpun yang dapat mencegah apa yang memang harus terjadi , maka syukurilah apa yang bisa dan telah kita nikmati selama ini.
Jangan ingin berbuat baik malah menimbulkan masalah dan bahkan kesengsaraan bagi orang lain.

Karena orang bijaksana itu tidak memikirkan dan mengkhawatirkan solusi dari permasalahan yang dia hadapi , tapi akan lebih memikirkan masalah yang timbul akibat solusi yang dia buat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda, mungkin bisa menjadi bahan diskusi yang bermanfaat. Terima Kasih :-)

Yang Anda Cari ADA DI SINI ?

TAHUKAH ANDA ?!

This Day in History

Quote of the Day